Minggu, 22 April 2012

Dari sebuah nama


Aku mengenalnya dari sebuah nama.
Dari sebait puisi yang tertulis di atas daun bambu.  Seketika itu daun terbawa angin subuh dan singgah di sebuah pematang sawah yang masih basah karena embun . Hingga tengah hari, Aku dan dia masih bersama dalam puisi itu. Di sana, kami melantunkan syair duka mesra kehidupan. Hingga senja tiba, kami masih bertahan di pematang itu.

Aku mengenalnya dari sebuah nama.
Dari sebait nada yang didendangkan di pasar malam. Memasuki  cerita malam  kami bermain komedi putar. Menyapa kerlipan bintang dari sangkar  bianglala. Nada masih berdendang. Lalu kami berceloteh di bangku  menikmati arum manis. Saat itu kami semua masih bersuka ria di bawah riangnya langit malam.

Aku mengenalnya dari sebuah nama.
Dari secarik kertas  putih yang bertuliskan salam hormat. Satu salam sebagai jejak pertalian antara kami dari fajar menyingsing hingga fajar merangkak ke pertengahan hari. Lalu dengan penuh rasa hormat, kami lipat serapi mungkin surat itu.  Kemudian kami selimuti ia dengan amplop cokelat bergaris. Dengan satu harapan,  semoga saat senja hadir di hadapan kami, surat itu masih berwarna putih bersih dengan salam hormat penuh hormat dan Tuhan turut serta meyaksikannya. 

Rabu, 28 Maret 2012

Bibir dan Telinga

Ketika aku menjadi sepasang telinga, yang dengan seksama menangkap desah hati dan gemericik bahagia, maka teruntuk engkau dua buah bibir, ku berharap kelak engkau sebentar saja mau menjadi seperti aku saat ini. Meenjadi dua daun telinga. yang ramah menangkap suka duka kehidapan. Mengertilah..

Senin, 26 Maret 2012

Amore

Dengan menyebuta nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Entah mengapa telinga saya jadi keri, ketika menyelam dalam lautan cinta , seringkali terungkap istilah virus merah jambu. Sering pula mereka yang sedang menghirup aroma cinta juga dikaitkan dengan virus merah jambu.

Sepintas tengoklah ke alam luas. Bukankah Tuhan menitipkan cinta di qalbu kita dengan indahnya. Seperti saat kita menikmati lengkung pelangi setelah rintik hujan pergi ? Lalu mengapa hanya karena pandangan abu-abu kita, indahnya cinta menguap menjadi virus merah jambu, apel, mangga, atau apalah namanya? Dan sejatinya siapakah lakon virus merah jambu itu ? Apakah anungrah indah dari Tuhan bernama cinta atau justru manusia sendiri yang membawa virus itu ke dalam lautan cinta ?
Detail: Amore

Minggu, 18 Maret 2012

Iklim Galau

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Semoga bisa menjadi jalan keluar saat hati sedang beriklim galau.

Selsesaikan lah masalah hati cukup dengan hati saja. Karena masalah hati tak bisa dilogika. Jika semakin dilogika, semakin dipikirkan, maka ujungnya adalah berburuk sangka .
Maka selesaikan lah masalah hati dengan hati saja. Kembali padaNya. Menyandarkan hati padaNya. Kemuadian yakinkan hati ini bahwa takdirNya adalah yang terbaik untuk kita. Karena Ia sayang kita..
Dan selesaikanlah masalah hati dengan hati saja. Bukankah hanya dengan mengingatNya kita akan tenang ?


Detail: Iklim Galau

Jumat, 24 Februari 2012

Maka Bersyukurlah

Maka bersyukurlah, dikala rasa kantuk itu mulai hinggap disela-sela waktu malam kita. Maka bersyukurlah, dikala rasa kantuk itu mulai meredupkan kedua mata atas lembaran-lembaran kerjaberserak di meja. Maka bersyukurlah, tibalah saatnya rasa kantuk itu tiba seketika engkau terlelap dalam tidur malam. Sekali lagi maka bersyukurlah teman, saat kau bisa mengucek mata, menguap, lalu membaringkan badan di ranjang empukmu. Dan dengan begitu, esok paginya engkau bisa menyapa pagi dengan senyum semangat dan bergegas memulai aktivitas.
Namun dengarlah cerita sedih kawan kita ini. Untuk menanti datangnya rasa kantuk ia harus menunggu lelah hingga dua jam. Bahkan hingga waktu subuh. Bayangkan ! Ia resah saat raganya mulai mapan di atas ranjang. Lampu kamar sudah ia matikan. Posisi tidur yang enakpun sudah ia atur. Dulu ia pernah mendengarkan keluh temannya, jika si X itu bisa mapan tidur sekitar pukul tiga pagi. Ya sebenarnya sih mata si X sudah mengantuk tapi tetep aja kalau dipaksain tidur malah nggak bisa. Dan akhirnya pagi hari si X menjadi kacau ! Ia bangun kesiangan. Payah kan jadinya..
Dengan kejdian itu, teman kita bisa menghargai satu nikmat yang biasa kita lewatkan, yaitu nikmat rasa kantuk. Ternyata tanpa rasa kantuk, manusia nggak bisa mapan tidur. Tanpa rasa kantuk keesokan paginya akan kacau. Tanpa rasa kantuk manusia nggak bisa istirahat. Maka bersyukurlah.



27 Januari 2010 pukul 22:48 :

alhamdulillah
Alloh masih berkenan meniupkan rasa kantuk
membiarkan dua bola mata dan otakku yang penuh memori sejenak rehat
rasa syukur yang sederhana ini terkadang lalai

Selasa, 21 Februari 2012

Menyapa dalam kata

Dulu, satu bait cerita tumpah ruah berlenggang menceritakan alam berceloteh ria.

Namun kini, hanya tertulis sepatah kata, dua patah katah, hingga sepuluh patah kata untuk bisa meilhat bintang bersinar. Dan bintang pun berbisik. "i'm fine, thank you"

Kamis, 16 Februari 2012

Simple Advice

"Yah kalo nggak pernah komunikasi itu berarti nggak ada jalinan" singkat jawaban dari Ibu setelah nur berceloteh tentang sesuatu padanya. Huaaa, rasanya di hati Jlgggrlllr ! Tapi setelah dipikir-pikir bener juga kata-kata Ibu. Salah satu indikasi adanya jalinan pertemanan (sederhanaya) itu ya ada komunikasi diantara keduanya. Minimal tanya kabar lah, basa-basi kirim sms lah. Bukannya seperti sekarang ini, yang ada malah "diam lebih baik untuk saling bertegur sapa" So...

Rabu, 15 Februari 2012

Dibalik Cerita Cinta Edelweiss

Namanya Edelweiss. Saya mengenalnya sejak dulu, waktu saya masih SD, nggak tahu sih tepatnya kelas berapa. Masih segar dalam ingatan, saya bertemu dengannya disalah satu stasiun televisi swasta yaitu SCTV. Namanya cantik ya. Tapi saya baru tahu ternyata dibalik nama edelweiss yang indah , ia punya makna yang sangat berarti berarti. Diakhir perbincangan ia menceritakan tentang filosofi bunga edelweiss sebagai bunga lambang cinta . Dikatakan sebagai lambang cinta karena demi mendapatkan setangkai bunga langka ini sang kekasih harus rela mendaki lereng hingga puncak gunung. Disinilah terlihat sebuah pengorbanan bilamana sang kekasih benar-benar mencintai pasangannya. Tak peduli selelah apapun dirinya. Begitu ceritanya.

Kisah di atas menjadi prolog perjalanan cinta anatara saya dengan bunga edelweiss. Cuma karena menononton ftv di SCTV sekarang saya tahu dan bisa lebih mengenal lebih jauh tentang dan bersama bunga edelweis. Ftv yang saya tonton temanya bisa ditebak lah…, yaitu tentang cinta. Untuk cerita utuh yang ditayangkan di ftv saya lupa-lupa ingat. Hanya bagian akhir cerita yang sampai saat ini *insyaallah* masih melekat di memori.

Begini kisahnya *akhirnya serombongan pemuda pecinta alam sampai juga disebuah puncak gunung. Mereka bersorak. Dan sepertinya pendakian ke puncak gunung itu dijadikan suatu perlombaan adu kecepatan. Salah satu kelompok akhirnya tiba di puncak dan meraih bendera yang menggantung disebuah pohon. Yee, mereka pun menang. Lupa kenapa, tiba-tiba semua pecinta alam yang hadir melingkar dan dengan terharu menyanyikan lagu edelweiss. Apa hubungannya ya ? hhe. Akhirnya tiba saatnya penurunan gunung. Di sana memang terlihat jalan turunan yang terjal dan berbatu. Hingga akhirnya ada satu pendaki yang jatuh hingga pingsan. Kejadian ini sontak membuat teman lainnya panic, pun seorang teman special yang diam-diam menyimpan hati pada si temannya yang jatuh. Apa yang selanjutnya terjadi, remang-remang mengingat si cewek udah di rumah enatah tak tahu sedang apa karena saya lupa akhir ceritanya :D. Intinya saya begitu terharu melihat sinetron ini dan saya bisa terbawa ke dalam ceritanya.

Dari sinetron itu ternyata memeberi satu hikmah cantik layaknya nama edelweiss yang cantik. Kini saya benar-benar bisa memiliki edelweiss, bahagia. Dulu cerita bunga edelweiss yang hanya ada diskenario kini bisa terlihat di kasat mata, bisa disentuh, bisa diajak ngobrol, bisa diajak berbagi, bisa diajak bercanda, pokoknya dia edelweiss yang ini bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan edelweiss yang ada di puncak gunung di sana. Dan inilah edelweiss yang kumiliki. Sebuah ikatan persahabatan yang kami beri nama edelweiss…










Edelweiss. Mereka adalah Febita, Restu, Tya, Lina, Brina, Ayu,Suci, Arum, dan Rifa, Saya sangat bersyukur pada Allah karena telah memberikan nikmat indah jalinan persaudaraan ini. Kami sepakat menamai ukhuwah ini Edelweiss dengan harapan sederhana semoga ikatan ini bisa abadi hingga di syurgaNya dan kelak kami bisa menjadi pribadi-pribadi layaknya bunga edelweiss. Insyaallah, Love you cause Allah ukhti



Sabtu, 31 Desember 2011

kita bagaikan gula dan garam

Seperti adanya gula dan garam, begitulah manusia diciptakan oleh Sang Maha Pencipta.
Yaitu ketika laki-laki melengkapi perempuan.
Yaitu ketika yang lebih membersamai yang kurang.
Yaitu ketika yang tua menitah yang muda.
Yaitu ketika yang terobati merangkul yang tersakiti.
Dan ketika yang telah berada menjunjung yang belum berada.
Mereka memberi manfaat disaat butir-butirnya menyatu, pun disaat mereka sedang meng"aku".

namun
tanpa garam, akan kah butir-butir gula itu manis.

[terinspirasi ketika mengicip sayur, kurang asin dan kurang manis, lalu dibubuhilah sayur itu dengan gula dan garam)

Kamis, 01 Desember 2011

What a beautiful friendship !

Untuk Nashenura

by Pipi LePri on Wednesday, November 30, 2011 at 12:14am

Saya datang dari Bekasi, kota yang sangat jauh dari Semarang. Walaupun Semarang adalah kota tujuan mudik saya setiap Lebaran, saya tak pernah membayangkan akan kuliah di sini. Saya tiba di kota ini setelah diterima menjadi mahasiswi Ilmu Perpustakaan Undip dengan perasaan "ngawang-ngawang" karena di sini saya gak punya kenalan teman sejurusan. Nggak ada anak lain dari SMA saya yang masuk jurusan ini juga, bahkan yang masuk ke fakultas ini pun cuma saya doang.

Verifikasi sudah berlalu, tapi saya tetap belum mendapat kenalan. Saya pun mulai was-was. Takut ketinggalan berita, takut ada hal yang nggak saya ketahui. Waktu itu saya pikir yang masuk Ilmu Perpustakaan cuma dikit.

Terus akhirnya saya bikin Facebook dan nge-like Undip. Di sana saya melihat ada topik diskusi khusus untuk maba 2010. Banyak yang saling kenalan, bersahut-sahutan. Kebanyakan adalah anak Teknik dan fakultas-fakultas lainnya, tapi nggak ada yang dari FIB. Kalaupun ada, nggak ada yang anak Ilmu Perpustakaan. Saya pun sweatdrop. Ini maba Ilmu Perpustakaan yang lain ke mana sih, kok ga ada sama sekali yang nge-post di sini...? Begitu pikir saya.

Tapi kemudian saya melihatnya.

"Siti Nur Rohmah", yang PP-nya adalah gambar komikal seorang gadis berkerudung. Dia mengaku sebagai anak Ilmu Perpustakaan dan nanya sesuatu tentang apakah FIB udah di Tembalang atau masih di Pleburan.

Lalu saya pun memberanikan diri nge-add dia.

Kami kenalan. Dari wall-nya, saya tahu dia dipanggil Nur. Kemudian kami menemukan satu fakta yang lucu lagi bahwa ternyata tempat tinggal kami berdekatan. Saya di Sendang Mulyo, dia di Klipang.

What a coincidence.

Namun, kami baru punya kesempatan bertemu pada hari kedua ospek. Dan... yah, saya langsung merasa akrab dengannya. Dia pun menjadi teman dunia maya saya yang pertama kopdaran sama saya. =))

.

Waktu berlalu.

Kami semakin dekat, dimulai dari berangkat bersama pada hari pertama kuliah.

I love talking to her, coz she has concern to library world, something that I hardly found in my other friends at that time. Dan begitulah, sampai saat ini dia adalah teman sejurusan yang paling bisa saya jadikan teman diskusi dua arah untuk membicarakan hal-hal tentang (khususnya) perpustakaan. Chat Facebook pada tengah malam, komen-komenan membahas tugas, saling membaca blog masing-masing, Y!M-an selama berjam-jam, serta tentunya obrolan tatap muka.

Banyak, banyak sekali yang sudah dia berikan pada saya. Dan saya pun masih selalu merasa harus banyak belajar darinya.

***

Untuk Nuru-san,

Selamat ulang tahun ke-20 pada 30 November 2011 ini. Semoga semua harapanmu terkabul dan umur yang sekarang diberkahi Allah, aamiiiin. Teirma kasih banyak atas semua semangat, bantuan, kepercayaan, dan waktumu untukku.

Kutulis notes Facebook ini khusus bagimu yang bahasa cintanya adalah kata-kata dan hal-hal kecil yang berarti. :)

Sukses selalu untukmu, Denue~!

austin_bayi

f*****a

Older Post ►
 

Copyright 2011 Nasinura is proudly powered by blogger.com | Design by BLog BamZ