Minggu, 22 April 2012
1
Dari sebuah nama
Rabu, 28 Maret 2012
Bibir dan Telinga
Senin, 26 Maret 2012
Amore
Minggu, 18 Maret 2012
Iklim Galau
Jumat, 24 Februari 2012
Maka Bersyukurlah
Alloh masih berkenan meniupkan rasa kantuk
membiarkan dua bola mata dan otakku yang penuh memori sejenak rehat
rasa syukur yang sederhana ini terkadang lalai
Selasa, 21 Februari 2012
Menyapa dalam kata
Dulu, satu bait cerita tumpah ruah berlenggang menceritakan alam berceloteh ria.
Namun kini, hanya tertulis sepatah kata, dua patah katah, hingga sepuluh patah kata untuk bisa meilhat bintang bersinar. Dan bintang pun berbisik. "i'm fine, thank you"
Kamis, 16 Februari 2012
Simple Advice
Rabu, 15 Februari 2012
Dibalik Cerita Cinta Edelweiss
Namanya Edelweiss. Saya mengenalnya sejak dulu, waktu saya masih SD, nggak tahu sih tepatnya kelas berapa. Masih segar dalam ingatan, saya bertemu dengannya disalah satu stasiun televisi swasta yaitu SCTV. Namanya cantik ya. Tapi saya baru tahu ternyata dibalik nama edelweiss yang indah , ia punya makna yang sangat berarti berarti. Diakhir perbincangan ia menceritakan tentang filosofi bunga edelweiss sebagai bunga lambang cinta . Dikatakan sebagai lambang cinta karena demi mendapatkan setangkai bunga langka ini sang kekasih harus rela mendaki lereng hingga puncak gunung. Disinilah terlihat sebuah pengorbanan bilamana sang kekasih benar-benar mencintai pasangannya. Tak peduli selelah apapun dirinya. Begitu ceritanya.
Kisah di atas menjadi prolog perjalanan cinta anatara saya dengan bunga edelweiss. Cuma karena menononton ftv di SCTV sekarang saya tahu dan bisa lebih mengenal lebih jauh tentang dan bersama bunga edelweis. Ftv yang saya tonton temanya bisa ditebak lah…, yaitu tentang cinta. Untuk cerita utuh yang ditayangkan di ftv saya lupa-lupa ingat. Hanya bagian akhir cerita yang sampai saat ini *insyaallah* masih melekat di memori.
Begini kisahnya *akhirnya serombongan pemuda pecinta alam sampai juga disebuah puncak gunung. Mereka bersorak. Dan sepertinya pendakian ke puncak gunung itu dijadikan suatu perlombaan adu kecepatan. Salah satu kelompok akhirnya tiba di puncak dan meraih bendera yang menggantung disebuah pohon. Yee, mereka pun menang. Lupa kenapa, tiba-tiba semua pecinta alam yang hadir melingkar dan dengan terharu menyanyikan lagu edelweiss. Apa hubungannya ya ? hhe. Akhirnya tiba saatnya penurunan gunung. Di sana memang terlihat jalan turunan yang terjal dan berbatu. Hingga akhirnya ada satu pendaki yang jatuh hingga pingsan. Kejadian ini sontak membuat teman lainnya panic, pun seorang teman special yang diam-diam menyimpan hati pada si temannya yang jatuh. Apa yang selanjutnya terjadi, remang-remang mengingat si cewek udah di rumah enatah tak tahu sedang apa karena saya lupa akhir ceritanya :D. Intinya saya begitu terharu melihat sinetron ini dan saya bisa terbawa ke dalam ceritanya.
Dari sinetron itu ternyata memeberi satu hikmah cantik layaknya nama edelweiss yang cantik. Kini saya benar-benar bisa memiliki edelweiss, bahagia. Dulu cerita bunga edelweiss yang hanya ada diskenario kini bisa terlihat di kasat mata, bisa disentuh, bisa diajak ngobrol, bisa diajak berbagi, bisa diajak bercanda, pokoknya dia edelweiss yang ini bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan edelweiss yang ada di puncak gunung di sana. Dan inilah edelweiss yang kumiliki. Sebuah ikatan persahabatan yang kami beri nama edelweiss…


Edelweiss. Mereka adalah Febita, Restu, Tya, Lina, Brina, Ayu,Suci, Arum, dan Rifa, Saya sangat bersyukur pada Allah karena telah memberikan nikmat indah jalinan persaudaraan ini. Kami sepakat menamai ukhuwah ini Edelweiss dengan harapan sederhana semoga ikatan ini bisa abadi hingga di syurgaNya dan kelak kami bisa menjadi pribadi-pribadi layaknya bunga edelweiss. Insyaallah, Love you cause Allah ukhti…
Sabtu, 31 Desember 2011
kita bagaikan gula dan garam
Yaitu ketika laki-laki melengkapi perempuan.
Yaitu ketika yang lebih membersamai yang kurang.
Yaitu ketika yang tua menitah yang muda.
Yaitu ketika yang terobati merangkul yang tersakiti.
Dan ketika yang telah berada menjunjung yang belum berada.
Mereka memberi manfaat disaat butir-butirnya menyatu, pun disaat mereka sedang meng"aku".
namun
tanpa garam, akan kah butir-butir gula itu manis.
[terinspirasi ketika mengicip sayur, kurang asin dan kurang manis, lalu dibubuhilah sayur itu dengan gula dan garam)
Kamis, 01 Desember 2011
What a beautiful friendship !
Untuk Nashenura
Saya datang dari Bekasi, kota yang sangat jauh dari Semarang. Walaupun Semarang adalah kota tujuan mudik saya setiap Lebaran, saya tak pernah membayangkan akan kuliah di sini. Saya tiba di kota ini setelah diterima menjadi mahasiswi Ilmu Perpustakaan Undip dengan perasaan "ngawang-ngawang" karena di sini saya gak punya kenalan teman sejurusan. Nggak ada anak lain dari SMA saya yang masuk jurusan ini juga, bahkan yang masuk ke fakultas ini pun cuma saya doang.
Verifikasi sudah berlalu, tapi saya tetap belum mendapat kenalan. Saya pun mulai was-was. Takut ketinggalan berita, takut ada hal yang nggak saya ketahui. Waktu itu saya pikir yang masuk Ilmu Perpustakaan cuma dikit.
Terus akhirnya saya bikin Facebook dan nge-like Undip. Di sana saya melihat ada topik diskusi khusus untuk maba 2010. Banyak yang saling kenalan, bersahut-sahutan. Kebanyakan adalah anak Teknik dan fakultas-fakultas lainnya, tapi nggak ada yang dari FIB. Kalaupun ada, nggak ada yang anak Ilmu Perpustakaan. Saya pun sweatdrop. Ini maba Ilmu Perpustakaan yang lain ke mana sih, kok ga ada sama sekali yang nge-post di sini...? Begitu pikir saya.
Tapi kemudian saya melihatnya.
"Siti Nur Rohmah", yang PP-nya adalah gambar komikal seorang gadis berkerudung. Dia mengaku sebagai anak Ilmu Perpustakaan dan nanya sesuatu tentang apakah FIB udah di Tembalang atau masih di Pleburan.
Lalu saya pun memberanikan diri nge-add dia.
Kami kenalan. Dari wall-nya, saya tahu dia dipanggil Nur. Kemudian kami menemukan satu fakta yang lucu lagi bahwa ternyata tempat tinggal kami berdekatan. Saya di Sendang Mulyo, dia di Klipang.
What a coincidence.
Namun, kami baru punya kesempatan bertemu pada hari kedua ospek. Dan... yah, saya langsung merasa akrab dengannya. Dia pun menjadi teman dunia maya saya yang pertama kopdaran sama saya. =))
.
Waktu berlalu.
Kami semakin dekat, dimulai dari berangkat bersama pada hari pertama kuliah.
I love talking to her, coz she has concern to library world, something that I hardly found in my other friends at that time. Dan begitulah, sampai saat ini dia adalah teman sejurusan yang paling bisa saya jadikan teman diskusi dua arah untuk membicarakan hal-hal tentang (khususnya) perpustakaan. Chat Facebook pada tengah malam, komen-komenan membahas tugas, saling membaca blog masing-masing, Y!M-an selama berjam-jam, serta tentunya obrolan tatap muka.
Banyak, banyak sekali yang sudah dia berikan pada saya. Dan saya pun masih selalu merasa harus banyak belajar darinya.
***
Untuk Nuru-san,
Selamat ulang tahun ke-20 pada 30 November 2011 ini. Semoga semua harapanmu terkabul dan umur yang sekarang diberkahi Allah, aamiiiin. Teirma kasih banyak atas semua semangat, bantuan, kepercayaan, dan waktumu untukku.
Kutulis notes Facebook ini khusus bagimu yang bahasa cintanya adalah kata-kata dan hal-hal kecil yang berarti. :)
Sukses selalu untukmu, Denue~!
austin_bayi
f*****a





