Minggu, 05 Juni 2011

Laa Tahzan, sayang

Pelajaran hari ini masih tentang manajemen hati.
Pagi dengan pesona kuningnya ditelan begitu saja oleh awan mendung.
Berawal dari sebuah kesedihan, kemudian berguguran menjadi rintik air mata. Rintikan-rintikan yang tertahan di pelupuk mata, betapa ngilu luar biasa menghantam dada.
"what should i do, Allah ?"

Hellow,, mana ada sebuah jalinan hubungan yang berjalan mulus seperti jalan tol. Semulus-mulusnya jalan tol toh tetap ada belokan dan tikungan, bukan? Sama seperti hubungan yang saya, Anda, dan mereka jalin.
Andai bisa, saya ingin sekali bisa memahami perasaan setiap insan disekitar. Dengan begitu saya tahu bagaimana harus mengambil sikap. Termasuk saat saya memberikan pengertian kepada Anda. Dengan kelemahan saya, saat ini sebuah pengertian itu ternyata bukanlah menciptakan keindahan dalam sebuah jalinan, dan malah menjadikan.............

Dan lebih baik, kita evaluasi sendiri diri kita masing-masing.
pertama, Jangan egois. Jangan jadi orang yang pengen diperhatiin orang lain - adalah senjata bagi saya ketika "perasaan saya mengatakan -orang lain egois, inginnya diperhatikan.
kedua, ada sebuah nasihat, "jadilah manusia yang tidak mudah marah, namun cepat memaafkan." Mudah sekali diucapkan, tapi saat mengalami sendiri... oow. Saat hati dan otak mendidih, sulit juga memberikan kata maaf. Padahal itu perbuatan mulia, kan?
ketiga, apa ya ? ....





3 komentar: